Kamis, 03 Mei 2012


hukuman dan pujian
Anak belum memahami niali baik/buruk karena anak hanyaberpusat pada kepenting annya sendiri. Nilai yang perluditanamkan adalah nilai yang sifatnya konkret, misalnya caramakan dan duduk. Hukuman dan pujian pada anak akan mendorong tumbuhnya kesadaran tentang nilai baik dan buruk
Visi instrumental
Kesadaran akan kepentingannya sendiri juga memberikankesadaran terhadap ke- pentingan orang lain. Meskipun demikiananak lebih berfokus pada kepentingan sendiri sehingga perhatianterhadap kepentingan orang lain hanya menjadi alat bagi kepen-tingannya sendiri.
Penemuan identitas diri
Anak ingin tampil sebagai sosok yang menyenangkan, berpikirtentang nilai baik dan buruk, memiliki orientasi hubunganinterpersonal dan pembentukan rasa kebersamaan
Eksistensi diri dan kekuasaan
 Tampil sebagai sosok dewasa yang ingin mendapatkan artikehidupan, berorientasi pada pemahaman dan penghayatanprinsip kehidupan, pemenuhan kaidah sosial, dan pemi-likanperan di dalam lingkungan kehidupan
Ketaatan pada kaidah dan hubungan sosial
Orientasi pada upaya memahami kaidah sosial yang berlakudalam lingkungan kehidupan masyarakat agar bisa diterimakelompok masyarakat dan membentuk hubungan kerja samasecara sehat
Orientasi nilai universal
orientasi pada pembentukan dan penghayatan nilai metafisissebagai upaya peng-hayatan hidup yang ideal, kesetiaan padaprinsip, dan penyeimbangan diri dalam kehidupan










Sensorimotor
usia lahir -2 th : Diperkenalkan gambar dengan disertai cerita secara lisan.
Aktivitas demikian akan merangsang pembentukan persepsi dan kemampuan berbahasa anak, sekaligus juga merangsang aktivitas berpikir anak.
Praoperasional
2-7 th
Bacaan sastra yang sesuai:buku-buku yang menampilkan gambar-gambar sederhana sebagai ilustrasi yang menarik,  cerita yang menampilkan tokoh dan alur yang mencerminkan tingkah laku dan perasaan anak. Aktivitas ini akan membawanya untuk dapat menanggapi cerita dengan mengidentifikasikan dirinya terhadap tokoh utama cerita, dan karenanya anak akan mengalami proses asimilasi dengan melihat diri dan dunianya dengan pandangan yang baru.
Operasional konkret
7 - 11 th : Buku-buku bacaan narasi yang menampilkan narator yang mengisah­kan cerita, atau cerita yang dapat membawa anak untuk memproyeksikan dirinya ke waktu atau tempat lain. Dalam masa ini anak sudah dapat terlibat memikirkan dan memecahkan persoalan yang dihadapi tokoh protagonis atau memprediksikan kelanjutan cerita.
Operasi formal.
Usia 11 th keatas: buku-buku bacaan cerita yang menampilkan masalah yang membawa anak untuk mencari dan menemukan hubungan sebab akibat serta implikasi terhadap karakter tokoh, buku-buku bacaan cerita yang menampilkan alur cerita ganda, alur cerita yang mengandung plot dan subplot, yang dapat membawa anak untuk me­mahami hubungan antarsubplot tersebut, serta yang menampilkan persoalan (atau konflik) dan karakter yang lebih kompleks.

Sewaktu mendengarkan atau membaca cerita, selama anak telah memahami bahasa yang digunakan, anak akan berusaha menggambarkan realitas yang didengar atau dibacanya sesuai dengan skema yang ada. Dalam hal demikian, dengan kata lain pengaktifan skema pada diri pendengar atau pembaca senantiasa bersifat jamak karena dalam proses memahami sesuatu yang didengar atau dibaca itu pendengar atau pembaca akan menghubungkannya kembali dengan perbendaharaan pengalaman dan pengetahuan secara asosiatif.