hukuman dan pujian
Anak belum memahami niali baik/buruk karena anak hanyaberpusat
pada kepenting annya sendiri. Nilai yang perluditanamkan adalah nilai yang
sifatnya konkret, misalnya caramakan dan duduk. Hukuman dan pujian pada anak
akan mendorong tumbuhnya kesadaran tentang nilai baik dan buruk
Visi instrumental
Kesadaran
akan kepentingannya sendiri juga memberikankesadaran terhadap ke-
pentingan orang lain. Meskipun demikiananak lebih berfokus pada kepentingan sendiri sehingga
perhatianterhadap kepentingan orang lain hanya menjadi alat bagi kepen-tingannya sendiri.
Penemuan identitas diri
Anak ingin tampil sebagai sosok yang
menyenangkan, berpikirtentang nilai baik dan buruk, memiliki orientasi
hubunganinterpersonal dan pembentukan rasa kebersamaan
Eksistensi
diri dan kekuasaan
Tampil sebagai sosok dewasa yang ingin
mendapatkan artikehidupan, berorientasi pada pemahaman dan penghayatanprinsip kehidupan, pemenuhan kaidah sosial, dan
pemi-likanperan di dalam lingkungan
kehidupan
Ketaatan pada kaidah dan hubungan sosial
Orientasi pada upaya
memahami kaidah sosial yang berlakudalam lingkungan kehidupan masyarakat agar bisa
diterimakelompok masyarakat dan
membentuk hubungan kerja samasecara sehat
Orientasi nilai
universal
orientasi pada
pembentukan dan penghayatan nilai metafisissebagai upaya peng-hayatan hidup yang ideal,
kesetiaan padaprinsip, dan penyeimbangan diri dalam kehidupan
Sensorimotor
usia lahir -2 th : Diperkenalkan gambar dengan disertai
cerita secara lisan.
Aktivitas demikian akan merangsang pembentukan persepsi
dan kemampuan berbahasa anak, sekaligus juga merangsang aktivitas
berpikir anak.
Praoperasional
2-7 th
Bacaan sastra yang sesuai:buku-buku yang menampilkan
gambar-gambar sederhana sebagai ilustrasi yang menarik, cerita yang menampilkan tokoh dan alur yang
mencerminkan tingkah laku dan perasaan anak. Aktivitas ini akan membawanya
untuk dapat menanggapi cerita dengan mengidentifikasikan dirinya terhadap tokoh
utama cerita, dan karenanya anak akan mengalami proses asimilasi dengan melihat
diri dan dunianya dengan pandangan yang baru.
Operasional konkret
7 - 11 th : Buku-buku bacaan narasi yang menampilkan narator
yang mengisahkan cerita, atau cerita yang dapat membawa anak untuk
memproyeksikan dirinya ke waktu atau tempat lain. Dalam masa ini anak sudah
dapat terlibat memikirkan dan memecahkan persoalan yang dihadapi tokoh
protagonis atau memprediksikan kelanjutan cerita.
Operasi formal.
Usia 11 th keatas: buku-buku bacaan cerita yang menampilkan
masalah yang membawa anak untuk mencari dan menemukan hubungan sebab akibat
serta implikasi terhadap karakter tokoh, buku-buku bacaan cerita yang
menampilkan alur cerita ganda, alur cerita yang mengandung plot dan subplot,
yang dapat membawa anak untuk memahami hubungan antarsubplot tersebut, serta
yang menampilkan persoalan (atau konflik) dan karakter yang lebih kompleks.
Sewaktu
mendengarkan atau membaca cerita, selama anak telah memahami bahasa yang
digunakan, anak akan berusaha menggambarkan realitas yang didengar atau
dibacanya sesuai dengan skema yang ada. Dalam hal demikian, dengan kata
lain pengaktifan skema pada diri pendengar atau pembaca senantiasa bersifat
jamak karena dalam proses memahami sesuatu yang didengar atau dibaca itu pendengar
atau pembaca akan menghubungkannya kembali dengan perbendaharaan
pengalaman dan pengetahuan secara asosiatif.